Kenali 9 Jenis Sakit Kepala yang Sering Terjadi dan Penyebabnya

Kenali 9 Jenis Sakit Kepala yang Sering Terjadi dan Penyebabnya

Sakit kepala bisa bermacam-macam jenisnya, dengan penyebab serta gejala yang berbeda-beda. Meskipun sebagian besar sakit kepala hanya berlangsung singkat dan tidak terlalu mengkhawatirkan, namun penting untuk dapat mengidentifikasi jenis sakit kepala yang sedang dialami.

Dengan pengetahuan ini, seseorang yang menderita sakit kepala akan dapat mengetahui cara pengobatan yang terbaik untuk mengatasi masalah tersebut. Menurut World Health Organization (WHO), hampir semua orang pasti pernah mengalami sakit kepala. Meskipun terkadang dapat menyebabkan ketidaknyamanan, kebanyakan sakit kepala dapat diobati dengan obat penghilang rasa sakit sederhana dan akan hilang dalam beberapa jam. Mari pelajari lebih lanjut tentang jenis sakit kepala dan cara mengobatinya!

Berikut ini beberapa jenis sakit kepala dan penyebabnya:
1. Migrain

Seseorang yang mengalami migrain secara khas akan merasakan nyeri yang berdenyut-denyut pada salah satu sisi kepala. Orang tersebut mungkin akan merasa lebih sensitif terhadap cahaya, suara, dan bau. Selain itu, mual dan muntah juga dapat terjadi.

Baca Juga: Revolusi Otomotif: 11 Sepeda Motor Listrik Buatan Indonesia yang Siap Bersaing

Terdapat beberapa gejala lain yang bisa menjadi tanda-tanda migrain seperti melihat garis zig-zag, lampu berkedip atau bintik-bintik, kehilangan penglihatan sebagian, mati rasa, sensasi seperti tertusuk jarum, kelemahan otot, dan kesulitan bicara.

Baca Juga: 10 Alasan Kacang Mete dapat Membantu Menurunkan Berat Badan dengan Mudah

Meskipun penyebab migrain belum sepenuhnya dipahami, kondisi ini sering terjadi dalam keluarga dan lebih sering terjadi pada orang dengan kondisi tertentu yang sudah ada sebelumnya, seperti depresi dan epilepsi.

Baca Juga: 10 Kota dan Kabupaten Terkotor di Indonesia yang Perlu Diperhatikan

Pemicu migrain dapat bervariasi dari stres dan kecemasan, gangguan tidur, melewatkan makan, dehidrasi hingga perubahan hormonal.

2. Sakit kepala karena tegang

Anda pernah mengalami sakit kepala yang terasa seperti ditekan di kedua sisi kepala? Jenis sakit kepala ini disebut sebagai sakit kepala tegang, yang dapat menimbulkan gejala seperti perasaan tertekan di belakang mata, kepekaan terhadap cahaya dan suara, serta sakit kepala yang berlangsung selama 30 menit. Meski penyebabnya belum dapat dipastikan, faktor-faktor seperti stres, kecemasan, dan depresi dapat menjadi pemicu utama.

3. Sakit kepala dibelakang mata

Apakah Anda sering merasakan sakit kepala di bagian belakang mata? Ternyata, sakit kepala ini bisa disebabkan oleh postur tubuh yang salah dan dapat menyebabkan leher keseleo serta cedera tulang belakang bagian atas. Nah, jika Anda ingin meredakan sakit kepala ini, Anda dapat melakukan koreksi postur tubuh, olahraga leher, atau bahkan melakukan fisioterapi.

4. Sakit kepala cluster

Apakah Anda pernah merasakan sakit kepala yang begitu parah dan terulang terus menerus? Jika iya, mungkin Anda mengalami sakit kepala cluster. Ternyata, sakit kepala ini lebih sering terjadi pada pria dibandingkan dengan wanita dan bisa terjadi hingga enam kali atau lebih dalam satu periode. Rasa sakit yang menusuk di belakang atau sekitar satu mata adalah salah satu gejala dari sakit kepala cluster, yang juga bisa disertai dengan mata berair, kelopak mata bengkak, dan hidung tersumbat. Meski penyebabnya belum jelas, tapi ternyata orang yang merokok dan minum berat lebih berisiko mengalami sakit kepala cluster.

5. Alergi atau sakit kepala sinus

Ada beberapa jenis sakit kepala yang dapat terjadi di bagian depan kepala, salah satunya adalah akibat reaksi alergi. Biasanya, rasa sakit pada jenis sakit kepala ini terfokus pada area sinus dan di depan kepala. Sayangnya, sakit kepala migrain seringkali salah didiagnosis sebagai sakit kepala sinus.

Faktanya, hingga 90 persen dari kasus "sakit kepala sinus" sebenarnya adalah migrain. Namun, sakit kepala sinus dapat diobati dengan cara mengencerkan lendir yang menumpuk dan menyebabkan tekanan pada sinus. Beberapa obat yang bisa digunakan untuk mengatasinya adalah steroid hidung, dekongestan OTC seperti fenilefrin atau antihistamin.

Baca Juga: 15 Jurusan Kuliah IPS Terpopuler: Masa Depan dan Prospek Kerja Terjamin

Namun, jika sakit kepala sinus disebabkan oleh infeksi sinus, maka antibiotik akan diresepkan oleh dokter untuk membersihkan infeksi dan meredakan sakit kepala serta gejala lainnya.

6. Sakit kepala karena hormon

Perlu diketahui bahwa terdapat beberapa jenis sakit kepala yang disebabkan oleh hormon. Pada umumnya, wanita sering mengalami sakit kepala yang berhubungan dengan fluktuasi hormonal, seperti menstruasi, penggunaan pil kontrasepsi, dan kehamilan yang dapat mempengaruhi kadar estrogen sehingga menyebabkan sakit kepala. Sekitar 60 persen wanita yang menderita migrain juga mengalami sakit kepala saat menstruasi. Terdapat beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengatasinya, antara lain dengan melakukan teknik relaksasi, yoga, dan akupuntur.

7. Sakit kepala hipertensi

Tekanan darah yang tinggi merupakan kondisi yang perlu diwaspadai karena dapat menyebabkan sakit kepala yang bisa menjadi tanda darurat. Sakit kepala yang disebabkan oleh hipertensi cenderung terjadi pada kedua sisi kepala dan semakin parah ketika Anda melakukan aktivitas apapun. Gejala lain yang dapat terjadi adalah perubahan penglihatan, mati rasa atau kesemutan, mimisan, nyeri dada, atau kesulitan bernapas.

Baca Juga: Kalimantan dan Sumatera: Bagian dari 10 Pulau Terbesar di Dunia

Jika Anda mengalami sakit kepala akibat hipertensi, segera cari pertolongan medis. Biasanya, sakit kepala ini akan mereda setelah tekanan darah terkontrol dengan baik. Oleh karena itu, jangan tunda untuk memeriksakan diri ke dokter agar segera mendapatkan penanganan yang tepat.

8. Sakit kepala pasca trauma

Salah satu jenis sakit kepala lainnya yang dapat terjadi adalah sakit kepala pasca trauma yang dapat timbul setelah berbagai jenis cedera pada kepala. Gejala sakit kepala ini dapat menyerupai migrain atau sakit kepala tipe tegang dan biasanya berlangsung selama 6 hingga 12 bulan setelah cedera terjadi. Kondisi ini dapat berujung pada sakit kepala kronis.

Baca Juga: 4 Jenis Hormon untuk Tingkatkan Kebahagiaan dan Bagaimana Caranya!

Untuk mengatasi rasa sakit kepala ini, dokter sering meresepkan jenis obat seperti triptans, sumatriptan (lmitrex), beta-blocker dan amitriptyline. Hal ini dilakukan untuk membantu mengendalikan rasa sakit kepala yang dialami.

9. Sakit kepala saat beraktivitas

Penyebab sakit kepala yang terjadi setelah aktivitas fisik yang intens, dapat terjadi dengan cepat. Jenis sakit kepala yang terjadi tersebut dapat diakibatkan oleh angkat beban, lari, dan hubungan seksual. Aktivitas-aktivitas ini diperkirakan meningkatkan aliran darah ke tengkorak dan dapat menyebabkan sakit kepala berdenyut di kedua sisi kepala.

Meskipun begitu, jenis sakit kepala ini tidak berlangsung lama dan biasanya sembuh dalam beberapa menit atau beberapa jam. Untuk mengurangi gejalanya, analgesik seperti aspirin dan ibuprofen dapat dikonsumsi.

Bagikan ke


Pilihan Untuk Anda