6 Tips Merapikan Lemari Pakaian agar Terorganisir dengan Mudah

6 Tips Merapikan Lemari Pakaian agar Terorganisir dengan Mudah

Jika Anda melihat lemari pakaian yang berantakan dan penuh sesak, itu mungkin adalah saat yang tepat untuk membereskannya. Tidak hanya akan menghilangkan barang-barang yang tidak perlu, tetapi juga menciptakan ruang yang lebih teratur dan memudahkan pencarian semua pakaian yang ingin dipakai.

Meskipun tidak ada aturan baku tentang merapikan lemari pakaian, sebaiknya dilakukan setidaknya sekali dalam setahun. Namun, jika Anda suka berbelanja pakaian, akan lebih baik merapikannya lebih sering.

Tentunya, merapikan lemari pakaian dapat mengembalikan rasa bahagia saat membukanya. Maka dari itu, berikut beberapa cara mudah yang dapat dilakukan untuk merapikan lemari pakaian.

Menata Lemari Pakaian Lebih Rapi dan Efisien

Merapikan lemari pakaian memang terkadang membuat kita pusing kepala. Namun, dengan mempersiapkan waktu dan tenaga untuk menyelesaikan tugas ini dengan baik, hasilnya akan terasa lebih memuaskan.

Untuk memulainya, sebaiknya keluarkan semua pakaian dari lemari dan membersihkan debu yang menempel di dalamnya. Gantungan baju lama yang beragam jenis dan gaya juga sebaiknya dilepas. Ganti dengan gantungan baju seragam untuk efisiensi ruang dan kesan rapi pada lemari pakaian Anda.

Baca Juga: 5 Tips Mengamankan Password WiFi Agar Sulit Dibobol Hacker

Menyortir Pakaian Rusak dan Tidak Terpakai

Jika tumpukan pakaian dan aksesoris sudah terlalu banyak, sekarang saatnya untuk menyortirnya dengan benar. Mulailah dari bagian lemari pakaian yang paling mudah.

Cari semua barang yang rusak, tidak bisa diperbaiki, dan tidak cocok untuk disumbangkan. Pakaian lama yang kusam, melar, dan usang, serta aksesori yang robek, compang-camping, dan kotor sebaiknya disingkirkan.

Tetapi, jika barang yang rusak masih cukup banyak, jangan buru-buru membuangnya ke tempat sampah. Beberapa kaos lama dapat dijadikan sebagai kain lap dan banyak pakaian rusak masih bisa didaur ulang untuk kebutuhan lainnya.

Menata Tumpukan Donasi

Setelah membuang semua barang yang sudah rusak berat, masih tersisa tumpukan pakaian yang perlu diurutkan. Namun, jangan biarkan pakaian yang sudah tidak terpakai terus menumpuk dan mengotori lemari pakaian Anda.

Baca Juga: 8 Tips Mengobati Sakit Gigi dengan Bahan Alami yang Mudah Ditemukan

Cara mudahnya, siapkan kantong atau kotak besar yang diberi label "Donasi". Kemudian, pisahkan pakaian yang sudah tidak dikenakan lagi karena berbagai alasan, seperti celana jeans atau pakaian lama yang sudah tidak cocok lagi.

Namun, pastikan bahwa tumpukan sumbangan berisi barang-barang yang masih layak pakai, karena tidak ada gunanya menyimpan pakaian lama yang tidak terpakai di lemari. Sebaliknya, Anda bisa memberikan "kehidupan baru" pada pakaian tersebut di tempat lain.

Memperbaiki Tumpukan Pakaian Sisa

Baca Juga: Cara Aman Mencuci Baju Bayi: 7 Tips yang Harus Diketahui Orangtua

Setelah menyelesaikan tumpukan sumbangan, pastikan pakaian yang tidak disumbangkan kembali ke lemari pakaian. Ada beberapa pakaian yang sudah kadaluwarsa dan harus dibuang, tetapi ada juga pakaian yang masih bisa digunakan.

Untuk merapikan tumpukan pakaian yang masih baik, Anda bisa menggunakan metode Marie Kondo. Caranya, ambil satu per satu pakaian dan aksesoris, dan tanyakan pada diri sendiri apakah pakaian tersebut membuat Anda merasa senang. Terkadang, keputusan bisa lebih mudah diambil dengan mengandalkan emosi.

Yang menarik dari metode ini adalah kesederhanaannya, sehingga Anda tidak perlu repot menganalisis setiap atribut dan keuntungan praktis dari setiap barang.

Baca Juga: Mencintai Diri Sendiri dengan 10 Cara Self Love untuk Menemukan Kebahagiaan Sejati

Menyusun Kembali Pakaian di Lemari

Setelah selesai menyortir pakaian, pastikan untuk menyimpannya kembali ke dalam lemari dengan rapi. Kesempatan ini bisa dimanfaatkan untuk menata kembali seluruh isi lemari dengan lebih baik lagi.

Agar lebih mudah diakses, kelompokkan pakaian dengan warna yang serupa. Lakukan hal ini untuk semua jenis pakaian yang ada di lemari.

Setelah itu, Anda bisa mengambil langkah lebih jauh dengan mengatur setiap kelompok warna menurut jenisnya. Misalnya, simpan kemeja biru bersama-sama dalam kelompok warna biru dan celana jeans hitam bersama dalam kelompok warna hitam.

Simpan Pakaian Musiman Secara Terpisah

Cara terakhir untuk merapikan lemari adalah dengan menyimpan pakaian musiman secara terpisah. Pakaian musim dingin tidak seharusnya dicampur dengan pakaian musim panas di dalam lemari yang sama. Sehingga, tidak ada alasan bagi pakaian musim dingin untuk mengambil tempat yang seharusnya bisa digunakan oleh pakaian musim panas.

Simpan pakaian musim dingin hingga waktu yang tepat untuk memakainya. Dengan demikian, lemari akan menjadi lebih lapang tanpa adanya sweater yang besar dan hanya dibutuhkan ketika musim dingin tiba.

Bagikan ke


Pilihan Untuk Anda